Rabu, 30 Desember 2009
Peran Keluarga
Upacara Ngaben di Bali
Ngaben adalah upacara pembakaran mayat yang dilakukan di Bali, khususnya oleh yang beragama Hindu, dimana Hindu adalah agama mayoritas di Pulau Seribu Pura ini. Di dalam Panca Yadnya, upacara ini termasuk dalam Pitra Yadnya, yaitu upacara yang ditujukan untuk roh lelulur. Makna upacara Ngaben pada intinya adalah untuk mengembalikan roh leluhur (orang yang sudah meninggal) ke tempat asalnya. Seorang Pedanda mengatakan manusia memiliki Bayu, Sabda, Idep, dan setelah meninggal Bayu, Sabda, Idep itu dikembalikan ke Brahma, Wisnu, Siwa.
Upacara Ngaben biasanya dilaksanakan oleh keluarga sanak saudara dari orang yang meninggal, sebagai wujud rasa hormat seorang anak terhadap orang tuanya. Dalam sekali upacara ini biasanya menghabiskan dana 15 juta s/d 20 juta rupiah. Upacara ini biasanya dilakukan dengan semarak, tidak ada isak tangis, karena di Bali ada suatu keyakinan bahwa kita tidak boleh menangisi orang yang telah meninggal karena itu dapat menghambat perjalanan sang arwah menuju tempatnya.
Hari pelaksanaan Ngaben ditentukan dengan mencari hari baik yang biasanya ditentukan oleh Pedanda. Beberapa hari sebelum upacara Ngaben dilaksanakan keluarga dibantu oleh masyarakat akan membuat “Bade dan Lembu” yang sangat megah terbuat dari kayu, kertas warna-warni dan bahan lainnya. “Bade dan Lembu” ini merupakan tempat mayat yang akan dilaksanakan Ngaben.
Pagi hari ketika upacara ini dilaksanakan, keluarga dan sanak saudara serta masyarakat akan berkumpul mempersiapkan upacara. Mayat akan dibersihkan atau yang biasa disebut “Nyiramin” oleh masyarakat dan keluarga, “Nyiramin” ini dipimpin oleh orang yang dianggap paling tua didalam masyarakat. Setelah itu mayat akan dipakaikan pakaian adat Bali seperti layaknya orang yang masih hidup. Sebelum acara puncak dilaksanakan, seluruh keluarga akan memberikan penghormatan terakhir dan memberikan doa semoga arwah yang diupacarai memperoleh tempat yang baik. Setelah semuanya siap, maka mayat akan ditempatkan di “Bade” untuk diusung beramai-ramai ke kuburan tempat upacara Ngaben, diiringi dengan “gamelan”, “kidung suci”, dan diikuti seluruh keluarga dan masyarakat, di depan “Bade” terdapat kain putih yang panjang yang bermakna sebagai pembuka jalan sang arwah menuju tempat asalnya. Di setiap pertigaan atau perempatan maka “Bade” akan diputar sebanyak 3 kali. Sesampainya di kuburan, upacara Ngaben dilaksanakan dengan meletakkan mayat di “Lembu” yang telah disiapkan diawali dengan upacara-upacara lainnya dan doa mantra dari Ida Pedanda, kemudian “Lembu” dibakar sampai menjadi Abu. Abu ini kemudian dibuang ke Laut atau sungai yang dianggap suci.
Setelah upacara ini, keluarga dapat tenang mendoakan leluhur dari tempat suci dan pura masing-masing. Inilah yang menyebabkan ikatan keluarga di Bali sangat kuat, karena mereka selalu ingat dan menghormati lelulur dan juga orang tuanya. Terdapat kepercayaan bahwa roh leluhur yang mengalami reinkarnasi akan kembali dalam lingkaran keluarga lagi, jadi biasanya seorang cucu merupakan reinkarnasi dari orang tuanya.
dikutip dari http://ankerzone.wordpress.com
Mobil mewah untuk menteri

Opini bermunculan terkait pemberian jatah mobil dinas Toyota Crown Royal Saloon bagi para menteri. Sebagian besar pendapat itu bernada miring. Salah satunya meluncur dari bibir Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif.
Ketika ditemui di Jakarta, Selasa (29/12), Maarif menyatakan, seharusnya pejabat berani berkorban untuk tidak menggunakan mobil mewah. Jika mereka menerima kendaraan itu, sama saja tidak peka terhadap rakyat. Apalagi sebagian besar masyarakat sedang dalam keprihatinan akibat krisis.
Anggota masyarakat pun menyampaikan pendapat serupa. Tak masalah menteri mendapat fasilitas untuk menunjang profesi mereka. Namun kalau berlebihan, akan melukai hati rakyat.
Ketika disinggung soal pemakaian mobil mewah itu, Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta menjawab dengan tersipu. Meski berterima kasih, Hatta menilai interior mobil kali ini lebih sempit.
Apakah sudah benar keputusan yang dibuat pemerintah? Sebagai perbandingan, di Malaysia yang kondisi perekonomiannya lebih baik dari Indonesia, memberikan mobil dinas Mercedes Benz tipe 280 kepada para menterinya. Harga mobil tersebut berkisar Rp 750 juta, atau lebih murah dari kendaraan menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II senilai Rp 1,3 miliar. Jika dibandingkan di India juga samal. Harga mobil mewah di India sekitar seperempatnya harga dari mobil menteri di Indonesia.
Selasa, 29 Desember 2009
Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan
Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan
Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat

Perbedaan kepentingan
Minggu, 27 Desember 2009
Mengapa bunuh diri dijadikan penyelesaian suatu masalah??
Jika kalian sering mendengarkan dan memperhatikan berita – berita sekarang ini lagi trendnya bunuh diri di tempat swalayan atau keramaian. Mengapa justru tempat keramaian ini yang dijadikan TKPnya?? Bukan malah tempat yang sepi dan tidak banyak orang yang tau?? Dan mengapa pula bunuh diri dijadikan penyelesaiannya??
Pada umumnya orang yang berani melakukan tindakan ini adalah orang yg sedang mengalami stress berat atau depresi dan mengalami suatu masalah yang sangat besar dan baginya mungkin masalah ini tidak dapat diselesaikan dengan cara apapun kecuali dengan bunuh diri ini. Misalnya memiliki sebuah penyakit yang tidak dapat disembuhakan lagi dan sudah diperkirakan umurnya tidak akan lama lagi menurut dokter. Atau biasanya memiliki aib yang sangat malu jika aib tersebut diketahui oleh orang lain. Terlilit hutang yang sangat besar dan banyak yang mungkin susah baginya untuk menggantikannya. Bagi mereka semua masalah ini tidak ada jalan keluarnya lagi sehingga membuat mereka menjadi mengalami gangguan jiwa dan mental. Ini merupakan beberapa penyebab orang berani melakukan bunuh diri dan contohnya dapa kita ambil dari lingkungan sekitar kita.
Sebenarnya semua masalah memiliki jalan keluar masing – masing, karena sesungguhnya Tuhan memberikan sebuah ujian kepada umatnya sesuai dengan batas dan kemampuan umatnya, jadi seharusnya mereka dapat menyelesaikan masalah mereka masing – masing, namun untuk menyelesaikannya ini hanyalah butuh proses, waktu dan kesadaran kita masing – masing. Jadi kita harus sabar untuk menemukan kunci dari sebuah masalah. Mungkin masalah ada yang dapa diselesaikan dan ada juga yang tidak. Tapi bagi yang masalahnya tidaka dapat diselesaikan ini seharusnya bisa kita lewatin dengan pasrah dan menerima semuanya dengan ikhlas kepada Tuhan.
Jadi kita sebagai umat manusia setidaknya kita harus memiliki dasar iman dan agama agar kita tau apa itu dosa?? Apa saja yang diperbolehkan dan tidak dibolehkan oleh Tuhan?? Dari tindakan bunuh diri ini sendiri merupakan perbuatan dosa dan sangat tidak disenangi oleh-Nya. Jika kita memiliki dasar iman yang kuat pastinya kita dapat menangkal perbuatan ini dan dapat memikirkan apa akibat dari perbuatan yang keji ini. Dan sebaiknya jika kita memiliki masalah yang berat setidaknya kita harus berusaha menerima apa adanya dengan ikhlas dan pasrah. Kita harus kuat dan tegar untuk masalah ini. Bisa juga dengan sharing kepada orang lain membuat perasaan kita sedikit lega dan mungkin saja orang yang kita ajak sharing bisa membantu kita. Jadi bunuh diri ini janganlah dijadikan suatu penyelesaian atau jalan keluar dari suatu masalah.